Obama dan Osama

Oleh: M Riza Pahlevi

Obama dan Osama, nama yang hampir mirip. Hanya beda hurub B dan S saja. Saat ini, kedua nama ini jadi sorotan dunia. Lantaran keberhasilan Obama menyingkirkan Osama untuk selama-lamanya. Ya, Amerika Serikat dalam masa pemerintahan Obama ini, berhasil membunuh Osama di persembunyiannya di Pakistan. Kepala Osama selama ini dihargai Amerika sebesar $ 25 juta.
Selain mirip dalam nama, kedua orang ini juga saling berkaitan. Betapa tidak, Obama, melalui kebijakan pemerintahan Amerika Serikat, selalu menjadikan Osama sebagai target operasi pemberantasan terorisme. Begitu pula Osama, juga selalu menjadikan negara Obama dan sekutunya sebagai sasaran, yang Osama juga sebut sebagai dalang terorisme.
Bagi sebagian orang, Obama dan Osama tidak ada bedanya. Sama-sama bikin mumet, sama-sama ambisi untuk saling menyalahkan dan saling mengalahkan. Sama-sama menyerang dan diserang. Akibatnya, orang-orang yang tidak tahu apa-apa sering menjadi korban kedua belah pihak. Keduanya juga sama-sama keras kepala, mengandalkan egoisme masing-masing.
Namun ada juga yang membedakan, antara Obama dan Osama. Obama dianggap sebagai polisi kelas dunia, yang harus ditaati apa kemauannya. Obama adalah penentu kebijakan, yang harus ditaati semua negara, termasuk PBB, yang katanya persatuan bangsa-bangsa. Sementara Osama adalah teroris, yang harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Teroris yang sangat berbahaya, hingga Obama pun rela mengeluarkan biaya jutaan dollar untuk memburunya. Jadi dua orang ini adalah pemburu dan yang diburu.
Bagi sebagian orang lagi, Obama dan Osama dua sisi mata uang, yang saling melengkapi. Tanpa Obama, dunia menjadi hampa. Begitu pula, tanpa Osama dunia menjadi sepi. Dengan adanya Obama dan Osama, dunia menjadi ramai. Keduanya menjadi bahan pembicaraan di seluruh dunia. Keduanya juga sering melakukan psywar, perang urat saraf yang tak kunjung berhenti. Bahkan menjadi peperangan berdarah, yang banyak menimbulkan korban jiwa.
Obama, bagi sebagian orang ada yang menyebutnya sebagai pahlawan. Karena berhasil membunuh musuh nomor satu di dunia. Obama adalah pahlawan orang-orang yang terancam dengan aksi-aksi terorisme yang dicetuskan Osama. Namun Osama, juga disebut pahlawan bagi para pengikutnya, bagi orang-orang yang merasa terbantu dengan aksi-aksinya itu. Osama adalah pahlawan, yang berani melawan kesewenang-wenangan Amerika Serikat, khususnya bagi dunia muslim. Osama adalah pahlawan, bagi gerakan kelompok Islam, yang disebutnya radikal. Obama dan Osama, ternyata sama-sama pahlawan bagi pengikutnya masing-masing.
Namun bagi sebagian orang lagi, Obama dan Osama hanya hama saja di dunia ini. Hama yang tidak berguna, hama yang ahrus diberantas. Obama dianggap arogan, memiliki standar ganda. Di satu sisi sering bicara masalah kemanusian, namun di sisi lain kadang melanggar aturan kemausiaan itu sendiri. Begitu pula Osama, juga dianggap sebagai virus dunia, yang meracuni umat manusia dengan aksi terorisme. Meracuni manusia dengan aksi-aksi yang tidak memandang semangat kemanusiaan. Jadi, keduanya harus diberantas, karena hanya menjadi hama dan virus kemanusiaan.
Lantas, seharusnya bagaimana, setelah Osama tiada? Apakah Obama dianggap sebagai pemenang atau justru nantinya akan muncul Osama-osama lain? Apakah dengan tewasnya Osama, aksi-aksi terorisme di dunia akan hilang atau justru akan semakin semarak?
Kita tidak pernah berharap, aksi-aksi terorisme yang dilakukan Osama akan berlanjut. Mudah-mudahan saja, ini sebagai akhir dari aksi-kasi terorisme di dunia, yang kadang korbannya adalah orang-orang yang tidak bersalah dan tak tahu apa-apa. Kita juga berharap, Obama juga sebagai Presiden Amerika, bisa bersikap lebih bijak dan arif. Bukan bertambah arogan dan egosiesmenya sebagai negara adi daya, apalagi setelah berhasil mengalahkan musuh bebuyutannya itu.
Kita berharap, perdamaian dunia akan terwujud. Musuh utama kita bukan siapa-siapa, tapi ada di sekitar kita sendiri. Kemiskinan, kebodohan, adalah musuh utama kita, yang ahrus diperangi bersama. Perdamaian adalah teman sejati, kesejahteraan adalah sahabat yang harus dibina. (*)

Komentar

Postingan Populer