Awas Mafia

Kalau merujuk istilah, mafia berasal dari istilah di Sisilia, Italia. Mafia awalnya merupakan nama sebuh konfederasi, yang pada akhirnya menjadi kejahatan terorganisir. Istilah mafia kini telah melebar hingga dapat merujuk kepada kelompok besar apapun yang melakukan kejahatan terorganisir, seperti contohnya Mafia Rusia, Yakuza di Jepang dan Triad di China (Wikipedia). Mungkin mafia ini tak beda dengan keberadaan suatu calo, hanya saja, biasanya calo ini bekerja seorang diri. Namun tidak menutup kemungkinan calo ini juga berkelompok, yang akhirnya juga menjadi mafia. Yang jelas, istilah mafia ini cenderung memiliki arti yang negatif, baik dalam bidang apa pun. Seperti bidang huku, ada mafia hukum. Bidang anggaran, ada mafia anggaran, di bidang proyek pembangunan, ada mafia proyek. Juga mafia-mafia lain, yang memang keberadaannya sering dianggap sebagai biang kesemrawutan maupun kericuhan. Hingga pada akhirnya pekerjaan atau pun bidang yang bersangkutan itu menjadi tidak beres dan bermasalah. Sepertinya, istilah mafia ini di Indonesia tidak asing lagi, bahkan cenderung populer. Karena di hampir setiap bidang kehidupan, ada saja mafianya. Orang-orang yang tidak berkepentingan, tetapi mempengaruhi suatu proses, yang sering kali melangar dari tata aturan yang ada. Mafia ini begitu menggurita, sehingga tidak jarang suatu bidang itu, justru dikuasai oleh mafia. Mereka yang tidak bekerja seperti mafia, tak terlihat atau tersisihkan keberadaanya. Beberapa waktu lalu, muncul istilah mafia hukum, yang akhirnya menyerat sejumlah aparat penegak hukum itu sendiri ke pengadilan. Presiden pun sempat membentuk Satauan Tugas (Satgas) Anti Mafia Hukum. Oleh, Darmono, Wakil Jaksa Agung itu dikatakan, Satgas telah mendefinisikan bahwa mafia hukum adalah semua tindakan oleh perorangan atau kelompok yang terencana untuk kepentingan tertentu, yang mempengaruhi penegak hukum dan pejabat publik yang menyimpang dari ketentuan hukum yang ada. Sampai sejauh mana keberhasilan Satgas tersebut, perlu dikaji tersendiri. Karena memang mafia hukum yang ada saat ini, sungguh sangat luar biasa. Hampir di semua lini penegakkan hukum, ada mafianya. Hingga masyarakat pun enggan untuk berurusan dengan hukum, meski hukum itu untuk kebenaran. Bahkan di tengah masyarakat sendiri muncul sebuah perumpamaan, hilang seekor ayam, ketika diproses secara hukum, justru akan kehilangan kambing. Ini menunjukkan ada mafia dalam proses hukum itu. Sekarang ini, juga muncul istilah mafia anggaran. Orang-orang yang memanfaatkan anggaran, untuk kepentingan sendiri dan kelompoknya. Anggaran negara yang seharusnya untuk kesejahteraan seluruh rakyat, hanya dikuasai oleh oknum-oknum tertentu, yakni mereka yang menguasai anggaran. Mereka yang mau memberikan fee atau uang sukses, bakal mendapatkan program atau pun anggaran dari pusat. Itu tidak hanya terjadi di pusat saja, tapi juga di daerah. Mereka dikatakan mafia, karena kegiatannya sangat teroganisir dan juga masuk dalam kategori kejahatan. karena dari setiap aksinya itu, harus diikuti dengan sukses fee tadi. Yang memang harus diberikan kepada mereka yang berhasil "menyengget" atau mengambil anggaran tersebut untuk suatu daerah. Diakui atau tidak, setiap pemerintah daerah hampir mengalami peristiwa itu. Itu bisa dilihat dari kebijakan dari pemerintah pusat, yang kadang dinilai tidak adil antara satu daerah dengan daerah lain. Di mana suatu anggaran, antara yang membutuhkan dengan yang kurang membutuhkan, jumlahnya tidak berimbang. Tergantung siapa yang dekat dengan pemerintah pusat, maka dia yang bakal mendapat alokasi yang besar. Bukan hanya itu saja, masih banyak mafia lain yang melingkupi kehidupan bermasyarakat kita. Makanya, dalam setiap bertindak, kita perlu mewaspadai keberadaan mafia ini. Mungkin bagi mereka yang menginginkan sesuatu secara instan dan cepat, keberadaan mafia ini akan sangat membantu. Namun keberadaan mafia ini, jelas akan merugikan orang lain. Karena cara kerja mafia memang menguntungkan sekelompok orang tertentu dengan mengorban orang lain, yang lebih banyak dari yang diuntungkan tersebut. Karenanya, awas dan waspada mafia di sekitar kita. (*)

Komentar

Postingan Populer