Mengenal Tokoh Politik Daerah Brebes

Sebelumnya sudah disebutkan beberapa tokoh politik nasional asal Brebes. Mungin masih banyak yang belum tercatat, itu karena keterbatasan penulis untuk mengenal tokoh-tokoh tersebut. Kini giliran perlu dikenalkan tokoh-tokoh politik yang ada di Brebes maupun di sekitarnya. Tokoh-tokoh tersebut saya kumpulkan hanya untuk yang berkiprah setelah era reformasi saja. Karena kalau disebut semua, bisa sangat banyak. Mereka ada yang masih aktif sebagai politisi maupun sudah pensiun dari dunia politik. Monggo siapa yang mau menyusul, agar tercatat sebagai tokoh politik di Kabupaten Brebes.

Seperti catatan sebelumnya, bahwa mereka yang aktif sebagai pengurus partai politik dan mereka terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah maupun DPRD Kabupaten Brebes termasuk tokoh politik. Namun tidak saya tulis semua, karena ada beberapa dari mereka yang suaranya nyaris tak terdengar selama menjabat. Mohon maaf untuk beliau-beliau, yang tidak saya tulis di sini. Kalau mau dianggap sebagai tokoh politik, yang tulis sendiri di medianya sendiri lah.

Sekali lagi, tokoh-tokoh politik lokal di Brebes yang saya tulis ini sesuai dengan kemampuan menulis dan mengenal tokoh-tokoh tersebut. Ada yang sudah meninggal beberapa di antaranya, namun sebagian besar masih aktif dalam dunia penuh drama politik ini. Sekali lagi mohon maaf, jika namanya tidak tercantum dalam tulisan ini.

1.       Tadjudin Noor Aly

Bupati pertama era reformasi ini cukup luar biasa gerakannya. Banyak kesaksian yang disampaikan mereka yang pernah bekerja kepadanya. Hanya saja penulis tidak kenal secara langsung dengan beliau, karena saat itu penulis sedang kuliah di Surabaya. Namun karena ketokohannya, beliau layak dimasukkan sebagai tokoh politik Brebes yang perlu dikenal generasi mendatang.

H. Mohammad Tadjudin Noor Aly dilantik sebagai Bupati Brebes 10 April 1999, merupakan Bupati Brebes ke-27 periode 1999-2004, menggantikan bupati sebelumnya Syamsudin Sagiman, tetapi meninggal pada saat masih menjabat pada 19 November 2001 di Rumah Sakit Advent Bandung karena sakit, dan dimakamkan di Kertabesuki Kabupaten Brebes. (https://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Tadjudin_Noor_Aly)

Umurnya yang tak panjang, membuat banyak warga Brebes yang merindukan gaya kepemimpinan. Tentu sisi positif dari gaya khas kepemimpinannya, di luar sisi negatifnya. Karena setai tokoh, pasti ada sisi negatif, yang tak perlu disebutkan. Penerus-penerus beliau juga banyak yang bergelut di bidang politik, yakni adik-adiknya yakni Wahyudin Noor Aly dan Zaki Safrudin Prihatin.

2.       Sarei Abdul Rosyid

Ketua DPRD Kabupaten Brebes periode 1999-2004, merupakan ketua DPRD termuda dari PDIP. Dia menjadi satu-satunya anggota DPRD dari PDIP yang menyandang gelar sarjana S1. Sehingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Brebes. Selama lima tahun memimpin DPRD Kabupaten Brebes, banyak dinamika yang terjadi.

Setelah lima tahun sebagai Ketua DPRD, dia kemudian maju sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Dapil Jawa Tengah 12. Dia terus terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah hingga saat ini. Dalam beberapa gelaran Pilkada di Kabupaten Brebes, Sarei juga ikut menjadi kandindat, baiks ebagai calon bupati maupun wakil bupati. Namun tidak ada rekomendasi yang turun kepada lelaki kelahiran Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba tersebut.

3.       Indra Kusuma

H. Indra Kusuma, S.Sos (lahir di Brebes, Indonesia, 3 Februari 1958; umur 63 tahun) adalah Bupati Brebes yang menjabat sejak 2002 sampai dengan Agustus 2010. Indra Kusuma adalah Bupati Brebes yang pertama yang dipilih secara langsung untuk periode yang kedua (2007–2012) yang berpasangan dengan H. Agung Widiyantoro sebagai Wakil Bupati yang dicalonkan oleh PDIP dan Partai Golkar.

Namun, karena Indra ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena kasus pembelian tanah, jabatan bupati yang diemban sejak tahun 2002 akhirnya diberhentikan dan Agung Widiyantoro ditunjuk sebagai pelaksana tugas Bupati Brebes sejak Agustus 2010.

Selain pernah menjabat sebagai Bupati Brebes, Indra Kusuma bersama istrinya adalah seorang pengusaha agen minyak tanah di daerah Ketanggungan, Brebes.

Aktif juga sebagai kader PDIP di Kabupaten Brebes yang mengantarkannya menjadi Bupati. Pertama sebagai Ketua Ranting PDIP Ketanggungan. Ketua DPC PDIP Kabupaten Brebes (2000–2005, 2005–2010, dan 2010–2015, 2015-2020) (https://id.wikipedia.org/wiki/Indra_Kusuma)

Hingga kini, Indra Kusuma tetap dipercaya sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Brebes. Bisa dikatakan, Indra Kusuma merupakan ketua partai terlama di kabupaten Brebes. Di saat partai yang lain sudah berganti kepemimpinan, PDIP tetap dipimpin Indra Kusuma. Bahkan saat yang ebrsangkutan mendekam di LP Cipinang pun, jabatan ketua tidak digantikan oleh kader PDIP yang lainnya.

4.       Achmad Faris Sulchaq

H. Achmad Faris Sulchaq, S.H., SpN. (lahir di Bumiayu Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 23 Juli 1955; umur 66 tahun adalah anak pasangan H. S.A. Basori (almarhum) dan Hj Nafiah (almarhum) terpilih menjadi wakil Bupati periode 2002 - 2007. Sebelumnya ia menjabat notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk daerah Kota Tegal dan menjabat Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) se-eks Karesidenan Pekalongan pada tahun 1998. (https://id.wikipedia.org/wiki/Achmad_Faris_Sulchaq)

Pada Pilkada 2007, dia berpisah dengan Indra Kusuma dan bersaing untuk memperebutkan jabatan bupati pada Pilkada 2007. Dia menggandeng Wahyudin Noor Aly sebagai calon wakil bupati. Namun belum berhasil mengalahkan Indra Kusuma. Pasangan Faris-Goyud itu hanya menduduki peringkat kedua.

Faris Sulchaq merupakan Ketua DPC PKB yang pertama, bersama Andi Najmi sebagai sekretarisnya. Di bawah kepemimpinannya, PKB yang lahir berkat reformasi, langsung unggul dengan maraih 13 kursi di DPRD Kabupaten Brebes. Namun seiring dinamika politik yang terjadi, suara PKB mengalami penurunan, meskipun akhirnya naik lagi, meskipun belum sampai angka maksimal seperti di bawah kepemimpinan Faris Sulchaq.

5.       Idza Priyanti

Hj. Idza Priyanti, A.Md., S.E. (lahir di Pesurungan Kulon Kota Tegal, Jawa Tengah, 09 Januari 1971; umur 50 tahun) adalah Bupati Brebes periode 2012-2017 dan terpilih kembali untuk periode 2017 - 2022.

Sebagai calon Bupati, Idza diusung oleh PDI-P pada pemilihan bupati periode tersebut. Idza menggantikan H. Agung Widiyantoro, S.H., M.Si. pejabat sebelumnya (Mei 2011-3 Desember 2012) yang dilantik berdasarkan penunjukkan oleh Gubernur Jawa Tengah sebagai pelaksana tugas Bupati, karena Bupati Brebes yang sedang menjabat Indra Kusuma dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait skandal pembelian tanah. Pada saat hal ini terjadi Idza terpilih sebagai Wakil Bupati (Wabup) Brebes sisa masa jabatan periode 2007 – 2012, dalam rapat Paripurna DPRD Brebes pada 25 Agustus 2011.

Idza Priyanti dilantik bersama pasangannya, Narjo sebagai Wakil Bupati Brebes pada 4 Desember 2012 oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Pada Pilkada Brebes 2017, pasangan ini terpilih kembali untuk periode kedua. (https://id.wikipedia.org/wiki/Idza_Priyanti)

6.       Narjo

Narjo, SH mengawali karier dari bawah. Pria kelahiran 5 Februari 1972 ini menapaki dunia politik ini setahap demi setahap merintis dari sekadar koordinator desa Kemudian PAC-PDI-P Kecamatan Brebes hingga selama dua periode kemudian menjadi pengurus DPC-PDI-P Kabupaten Brebes dibawah kepemimpinan Ketua DPC PDI-P Kabupaten Brebes H. Indra Kusuma, S.Sos. yang juga menjadi Bupati Brebes periode 2002 - 2007. Kerja kerasnya berbuah hasil kiprahnya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Brebes cukup sukses. Dirinya senantiasa berusaha untuk terus menerus menyuarakan aspirasi rakyat .

Suami dari Sri Legiastuti dan ayah dari Setia Guntur Maulana ini memang betul-betul dari nobody menjadi somebody. Dua periode dipercaya rakyat untuk mewakili di kursi DPRD Kabupaten Brebes yaitu dari periode 2004 - 2009 dan 2009 - 2014 menjadi suatu indikator bahwa sosok Narjo ini memang memiliki hati rakyat. Pemilu tahun 2009 menjadi salah satu puncaknya dengan meraih suara terbanyak di kursi DPRD Kabupaten Brebes mencapai lebih dari 13.400 suara. Banyak yang tidak menyangka sosoknya bisa duduk sebagai Bupati Brebes Periode tahun 2012 - 2017 mendampingi Hj. Idza Priyanti, A.Md., S.E.

Pada Pilkada 2017, dia sempat mendaftarkan diri sebagai calon bupati melalui PDIP. Namun akhirnya direkomendasikan kembali sebagai calon wakil bupati mendampingi Idza Priyanti untuk kedua kalinya. Dan akhirnya pasangan Idza narjo ini kembali menjadi pemenang dalam Pilkada 2017, melawan pasangan Suswono-Aim.

7.       Wahyudin Noor Aly

Ketua KPU Kabupaten Brebes periode 2003-2006 ini merupakan Ketua MPC Pemuda Pancasila hingga sekarang. Goyud, begitu sapaan akrabnya, juga sempat mencalonkan diri dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) pasca reformasi. Dia berpasangan dengan Suwarno Anggasuta. Namun kalah dari pasangan Indra Kusuma-Faris Sulchaq. Saat itu pemilihan bupati dan wakil bupati dilakukan oleh DPRD.

Goyud juga mencoba dalam pertarungan Pilkada tahun 2007, yang merupakan Pilkada langsung pertama di Kabupaten Brebes. Goyud maju sebagai cawabup berpasangan dengan Faris Sulchaq. Ada empat pasangan caloon bupati saat itu, yakni Faris-Goyud, Indra Agung, Budi Antoro-Bambang dan Saefudin-Aqila. Namun sekali lagi, Wahyudin Noor Aly kalah dari Indra Kusuma untuk yang kedua kalinya.

Selepas dari KPU, Goyud akhirnya memutuskan masuk ke partai politik dan maju sebagai caleg dari PAN di DPRD Provinsi Jawa Tengah pada Pemilu 2009. Di terpiliha sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Dapil 12, yang meliputi Kabupaten Brebes, Kota Tegal dan Kabupaten Tegal. Goyud hingga Pemilu 2019 terpilih terus sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PAN.

8.       Dr KH Chusnan Zein

Dr KH Chunan Zein merupakan seorang dosen, yang juga pengasuh pondok pesantren Zeinurrohman, Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan. Beliau juga pernah menjadi anggota KPU Kabupaten Brebes periode 2003-2008, pernah menjadi ketua setelah Wahyudin Noor Aly mengundurkan diri dari Ketua. Beliau baru saja wafat pada Sabtu, 4 Maret 2021 dalam usia 71 tahun.

Selain mengajar di STAIN Pekalongan, beliau juga sempat menjadi dosen di STAI Brebes hingga akhir hayatnya. Juga dipercaya menjadi Ketua Baznas Kabupaten Brebes periode 2015-2020. Jabatan terakhir yang masih disandangnya yakni sebagai Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Brebes periode 2020-2025.

Chusnan Zein, selain sebagai seorang kyai, yang mampu membaca kita kuning, juga seorang akademisi di bidang filsafat Islam. Di bidang ilmu itu, dia akhirnya mendapat gelar Doktor. Kemampuan akademi dan kitab kuningnya tidak perlu diragukan lagi. Ini dibuktikan dengan didirikannya pondok pesantren dan sekolah umum di tempat tinggalnya di Cikeusal.

9.       Saefudin

Saefudin merupakan warga Brebes kelahiran Tonjong, dan merupakan pensiunan pegawai Kementerian Keuangan bidang perpajakan. Dia sempat mencalonkan diri sebagai calon bupati berpasangan dengan Aqilatul Munawaroh dalam Pilkada 2007. Pasangan Saefudin-Aqila hanya menang di Kecamatan Tonjong, tetapi secara keseluruhan pasangan ini hanya menduduki peringkat 4 dari 4 pasangan calon yang ada.

Saefudin juga sempat menjadi caleg pada Pemilu 2009. Namun belum berhasil mengantarkannya ke kursi DPRD Brebes dari Dapil 2, yakni Kecamatan Tonjong, Bumiayu, Paguyangan dan Sirampog.

10.   Aqilatul Munawaroh

Sosok yang satu ini merupakan salah satu tokoh perempuan di Kabupaten Brebes sejak masih muda. Karir di bidang politik diawali dengan menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PPP pada Pemilu 1997. Setelah itu, Aqila, juga sempat mencalonkan diri untuk kursi DPR RI, namun belum berhasil.

Pada Pilkada 2007, dia berpasangan dengan Saefudin maju sebagai calon wakil bupati. Namun belum berhasil meraih suara terbanyak. Aktivis Muslimat itu, juga aktif sebagai guru dan dipercaya menajdi Kepala MTs Maarif 7 Sawojajar, Kecamatan Wanasari. Aqila juga menjadi satu-satunya anggota Baznas Kabupaten Brebes hingga sekarang.

11.   Budi Antoro

Budi Antoro merupakan salah satu pensiunan pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum. Sebelumnya juga sempat menjadi salah satu pejabat yang bertugas di Sekretariat Negara di Istana pada jaman Presiden Soeharto.

Pada Pilkada 2007, dia ingin pulang kampung dengan maju sebagai calon bupati. Dia menggaet Sekda saat itu, yakni Bambang Muryantono sebagai calon wakilnya. Namun dalam Pilkada itu, dia hanya menduduki peringkat ketiga dari empat pasang calon yang ada.

12.   Bambang Muryantono

Bambang Muryantonoini merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) pada saat Indra Kusuma menjadi bupati periode 2002-2007. Gerakannya pada saat menjadi Sekda cenderung membela sesama PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes. Hingga Indra pun akhirnya memberikan kepercayaan kepadanya menjadi Sekda.

Pada Pilkada 2007, dia digaet Budi Antoro untuk menjadi calon wakil bupati. Hingga akhirnya dia pensiun dini sebelum maju sebagai Wabup. Meskipun harus puas di peringkat ketiga dalam Pilkada tersebut. Kini setelah pensiun, Bambang Muryantono tinggak di Slawi, bersama istrinya membuka rumah makan.

13.   Dr Illia Amin

Ketua DPRD periode 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019 ini merupakan salah satu tokoh penting dalam PDIP. Selama Indra Kusuma menjabat Ketua DPC PDIP selama tiga periode, Dr Illia Amin selalu ditunjuk sebagai Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Brebes. Otomatis, jabatan Ketua DPRD diberikan kepada struktur partai di DPC yang paling tinggi, yakni sekretaris. Sehingga Illia Amin, yang merupakan pria kelahiran Bantarkawung ini ditunjuk oleh DPP PDIP sebagai Ketua DPRD Kabupaten Brebes. Di mana jabatan Ketua DPRD itu dijabat partai pemenang Pemilu di daerah tersebut. 

Baru pada periode 2019, Illia Amin tidak ditunjuk sebagai sekretaris, dan digantikan oleh Mohammad Taufik. Namun Illia Amin masih terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Brebes periode 2019-2024. Bahkan dia meraih suara terbanyak di Kabupaten Brebes, dengan meraih 22.067 suara.

14.   Mohammad Taufik

Keberuntungan berpihak kepada Mohammad Taufik, orang kepercayaan Indra Kusuma di DPC PDIP ini, selain ditunjuk sebagai Sekretaris DPC, juga ditunjuk sebagai Ketua DPRD Kabupaten Brebes dari PDIP. Mantan Kepala Desa Kertabesuki, Kecamatan Wanasari ini sungguh beruntung. Begitu terpilih menjadi anggota DPRD, dia langsung ditunjuk sebagai Ketua DPRD menggantikan Illia Amin, untuk periode 2019-2024.

Taufik, pada Pemilu 2014 gagal masuk ke DPRD Kabupaten Brebes di Dapil Brebes 6. Sebelumnya dia menjadi anggota DPRD periode 2009-2014. Dengan jabatannya sebagai Ketua DPRD periode 2019-2024, Taufik secara politik menjadi tokoh yang patut diperhitungkan dalam ajang Pilbup 2024 yang akan datang.

15.   Nasirul Umam

Nasirul Umam, anggota DPRD Kabupaten Brebes ini sudah malang melintang, dimulai dari tahun 2004 lalu, dia sudah duduk di DPRD Brebes. Bahkan pria kelahiran Brebes, 27 Mei 1970 ini sempat dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes periode 2014-2019. Dengan jabatannya itu, dia berhasil mewarnai pembangunan di Kabupaten Brebes.

Saat ini, dia menjadi anggota Komisi I DPRD Kabupaten Brebes, yang membidangai politik dan pemerintahan. Dia juga dipercaya menjadi Ketua PC IKA PMII Kabupaten Brebes periode 2015-2020. Selain itu, Umam, demikian panggilan akrabnya, juga menjadi bendahara PCNU Kabupaten Brebes periode 2020-2025.

Selain itu, dia juga konsen di bidang pertanian. Dengan sejumlah demplot yang dimiliki, dia berharap generasi muda NU tetap aktif di dunia pertanian.  

16.   Asep Cuwantoro

Asep Cuwantoro, saat menjadi mahasiswa aktif berorganisasi diantaranya BEM, Lembaga Pers Mahasiswa, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia, PMII, IPNU, KNPI dan beberapa organisasi lainnya. Sebelum menjadi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah selama dua periode, di sebelumnya merupakan staf ahli di lembaga tersebut.

Selama menjabat sebagai anggota KPID, banyak prestasi yang diraihnya. Dan yang paling penting, bagaimana penyiaran di Jawa Tengah ini bisa berjalan dengan baik. Pria kelahiran Salem, 12 April 1983 ini sekarang menajdi Staf Ahli di Kantor Staf Presiden. Kiprahnya di wilayah Jawa Tengah ini, mulai menanjak di tingkat nasional.

17.   Muamar Riza Pahlevi

Nama yang satu ini tidak perlu dibahas. Karena yang menulis artikel ini, ya otomatis masuk lah, masak enggak, masuk lah. Kalau ingin tahu lebih lengkap, silahkan googling saja. Ketik nama lengkapnya, pasti akan banyak ditemukan artikel tentang nama tersebut.

Selain nama-nama tersebut di atas, sebenarnya masih banyak tokoh politik lokal Brebes yang perlu ditulis. Namun kalau ditulis semua, nanti yang lain iri. Kalau dia masuk, kenapa saya gak masuk? Begitu mungkin pikiran dia saat membaca tulisan ini. Selain itu, referensi yang bersangkutan juga cukup sulit ditemukan. Baik profil pribadi maupun artikel tulisan yang terkait dengan yang bersangkutan.

Sebagai obat penawar saja, saya sebutkan nama-nama tersebut secara sekilas. Karena memang referensi saya masih sedikit, terkait tokoh politik tersebut. Saya sebut ketua-ketua partai politik di Brebes, di antaranya Zubad Fahiltah (Ketua DPC PKB, juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes), Teguh Wahid Turmudi (Ketua DPD Partai Golkar, juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes), Dr Umar Utoyo (Ketua DPC Partai Gerindra, juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah), M Iskhak (pengurus DPC Partai Gerindra, juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah).

Selanjutnya ada  Zaki Safrudin Prihatin (mantan Ketua DPD PAN dan anggota DPRD Kabupaten Brebes), Tobidin (Ketua DPD PAN Kabupaten Brebes, anggota DPRD Kabupaten Brebes), Heri Fitriyansah (Ketua DPC Partai Demokrat, anggota DPRD Kabupaten Brebes), Abdullah Syafaat (Ketua DPD PKS Brebes, PAW anggota DPRD Brebes), alm Imam Maturidi (Ketua DPC PPP dan mantan anggota DPRD Kabupaten Brebes), Wahidin (ketua DPC Partai Hanura, anggota DPRD Kabupaten Brebes). 

Sebagai penyelenggara Pemilu, anggota KPU dan mantan anggota KPU Kabupaten Brebes juga masuk dalam kategori tokoh politik. Sebut saja, anggota KPU periode 2003-2008 selain Wahyudin Noor Aly dan Dr KH Chusnan Zein ada Akhmad Sudibyo, Imron Rosyadi, dan Mahfudin. Periode 2008-2013 dua orang masuk kembali, yakni Mahfudin dan Akhmad Sudibyo, ada Masykuri, Widiyawati, dan Eko Putranto. Periode 2013-2018, selain Masykuri dan  Widiyawati, ada Muamar Riza Pahlevi, Akhmad Hanfan dan Mokh Subhan. Dan periode 2018-2023 selain Muamar Riza Pahlevi, juga ada Moch Muarofah, Ita Listiananingsih, Akhmad Nizam Baequni dan Sri Nurokhmi Susilowati.

Keberadaan wartawan dalam dunia politik di Kabupaten Brebes juga sangat mempengaruhi. Betapa tidak, seseorang tokoh muncul di tingkat lokal hingga nasional, bisa karena sering muncul di media massa, baik lokal maupun nasional. Sebut saja beberapa wartawan senior, ada Wahidin Soedja (SM), Syahri (Wawasan), Marsis Santoso (PR), Imam Suripto (Trans), Bayu Setiawan (SM), Suparji Rasban (Metro), Ismail Fuad (Radar Tegal), Eko Saputro (Wawasan), Tri Handoko (RCTV), Agus Sinpe (Semarang TV), dan wartawan lainnya.

Begitu pula dengan aktivis-aktivis LSM atau NGO, yang juga banyak mempengaruhi dinamika politik di Kabupaten Brebes. Sebut saja alm Duryani, alm Guteres, Darwanto aktivis Gebrak, Rumono Aswad, serta sejumlah nama lainnya. Mereka seringkali secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam proses politik yang ada.

Sekali lagi mohon maaf, jika nama-nama tokoh lainnya yang tidak ditulis dalam artikel ini. Kalau mau dianggap tokoh politik, ya harus sering muncul di media massa. Paling tidak, ketika di-search di google, namanya akan muncul dalam beberapa pemberitaan. Mau tidak mau, itu harus diakui dan menjadi indikator, seseorang dianggap sebagai tokoh politik tingkat lokal, khususnya di Kabupaten Brebes. (*)

Komentar

Postingan Populer